Connect
To Top

Gelora Flora

Corak bunga lagi-lagi menghiasi koleksi spring/summer. Di sinilah para kreator fashion ditantang untuk menawarkan sentuhan baru demi menghindari kejenuhan konsumen.

Musim semi. Kami cukup yakin jika kata pertama yang terlintas di benak Anda saat membaca “musim semi” adalah “bunga”. Agak sulit untuk tidak segera mengaitkan nama musim tersebut dengan bunga, daun, ataupun tumbuhan lain, karena inilah saatnya bagi tanaman untuk berkembang kembali setelah sempat layu di sepanjang musim gugur dan dingin.

Tentu saja Anda tidak sendirian. Imajinasi para desainer dan label fashion internasional rupanya dikuasai dengan ide serupa.Mereka kerap berkreasi dengan inspirasi flora ketika merancang koleksi spring/summer. Terlihat pada koleksi busana dengan aksentuasi bunga yang mendominasi panggung runway di ajang fashion week spring/summer 2015.

Hal ini justru menjadi tantangan bagi setiap desainer dan label fashion. Mereka harus berupaya keras untuk menampilkan inspirasi bunga dalam sentuhan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pada spring/summer 2015 ini, tampaknya mereka sepakat bahwa more is more; semakin besar dan banyak corak bunga yang ditampilkan, semakin baik.Tak ada putri malu di sini. Yang ada adalah ragam bunga yang tak ragu-ragu untuk bermekaran di atas kain. Mereka pun hadir dalam palet warna yang mencolok, seperti merah dan kuning. Thom Browne dan Céline memadukan bunga pada koleksi pakaian mereka dengan latar warna hitam, sehingga tampak kontras.

Sementara itu, warna-warna yang lebih gelap, seperti biru dan hijau, dipilih oleh Christian Dior dan Rodarte. Mereka memadankannya dengan pilihan warna yang lebih muda untuk memberikan nuansa lebih lembut.

Aksen bunga juga muncul dalam beberapa media yang berbeda. Pada koleksi Saint Laurent, misalnya, motif bunga hadir dalam bentuk print. Sedangkan, pada koleksi Altuzarra, motif bunga seakan dilukis dengan tangan di atas kain.

Sejumlah desainer seperti halnya Karl Lagerfeld dan Elie Saab lebih berani mengambil langkah yang beda. Mereka tak hanya mengaplikasikan corak bunga pada koleksi pakaiannya, namun seakan-akan menumbuhkan bunga dengan cara menyulamnya di atas kain. Latar warna merah muda, hijau muda, dan putih membuat tampilan bunga tersebut tampak seakan benar-benar hidup, sehingga menciptakan efek yang dramatis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Runway

  • Batik Kudus di Pasar Malam

    Melalui label Balijava, Denny Wirawan membuktikan kepeduliannya untuk terus menghidupkan wastra warisan leluhur. Ia kerapkali diundang untuk menampilkan koleksi Balijava di...

    Siti RahmahSeptember 8, 2015
  • Fendi Terus Melaju dengan Fur

    Mengolah kemewahan material faux corduroy, Fendi mendandani laki-laki dengan tampilan beda.

    Christina M. AndersonAugust 28, 2015
  • Dua Sisi Perempuan dalam Busana Couture

    Untuk pertama kalinya desainer Hian Tjen menggelar fashion show tunggal. Dua hal yang membuat pagelaran ini jadi menarik. Pertama, busana yang...

    Siti RahmahAugust 22, 2015
House of Harlow 1960